Jumat, 19 November 2010

Cara Menarik Pelanggan


Baru-baru ini saya menerima SMS dari seorang teman di Jakarta. Dia baru menjalankan bisnis jualan. Tadinya bekerja di toko busana wanita yang banyak menjual pakaian seksi. Lalu dia disarankan terjun wirausaha saja. Dia pun mulai jualan. Tetapi setelah jualan, ternyata tidak mudah. Kerap kali dagangannya sepi pembeli. Dia mengirim SMS ke saya mohon saran-nasehat. Begitu sulitnya kondisi, sampai dia mau menangis.
Lalu apa yang harus dilakukan, kalau Anda menghadapi masalah di atas?
PERTAMA: Saudaraku, semoga Allah memuliakanmu dengan kebaikan-kebaikan, dan semoga Allah menolong saudara kita di atas dengan kemurahan-Nya. Amin. Saat Anda menghadapi masalah apapun dalam bisnis, termasuk masalah yang menjengkelkan, membuat hati tidak sabar, bahkan kita hampir putus-asa; ketahuilah, jika Anda menghadapi masalah seperti itu, berarti Anda benar-benar sudah masuk dalam "proses belajar"  bisnis. Jangan lemah, jangan menyerah, sebab Anda sedang mulai belajar memahami realita bisnis. Inilah cara Allah Ta'ala mengajarkan ilmu usaha kepada Anda. Sekali lagi, jangan menyerah, jangan putus-asa.
KEDUA: Saudaraku, ketika Anda sedang berjualan, maka setiap orang yang melihat dagangan Anda, sebenarnya peluangnya fifty-fifty (50 : 50). Siapapun dirinya, apakah orang berdompet tebal atau tipis, peluangnya 50 : 50. Bisa jadi dia akan membeli, atau tidak. Kalau dalam sehari, dagangan Anda banyak dibeli orang, itu tandanya banyak orang yang memilih opsi (pilihan) membeli. Kalau dalam sehari, dagangan Anda sepi pembeli, itu tandanya banyak orang memilih opsi tidak membeli. Tetapi pada awalnya, semuanya 50 : 50. Prinsip ini harus Anda ingat. Jika suatu saat Anda sepi pembeli, maka di saat lain akan ramai. Begitu pula sebaliknya.
KETIGA: Saudaraku, jika kenyataan yang ada, peluang orang tidak membeli dagangan Anda lebih besar daripada peluang mereka membeli, berarti ada kesalahan-kesalahan, atau kelemahan dalam cara Anda berjualan. Maka dalam tulisan ini -dengan ijin Allah- akan saya sampaikan cara memperbaiki cara kita berjualan. Harapannya, semoga nanti dagangan Anda lebih laku dan lancar, dengan pertolongan Allah.
Ketika Anda memulai membuka sebuah toko, gerai, outlet, stan, warung, atau berjualan dengan gerobak di pinggir jalan, atau berjualan asongan, apa yang ada dalam pikiran Anda? Apakah Anda membayangkan, dalam sehari akan laku sekian-sekian, lalu untung sekian, sehingga sebulan dapat sekian-sekian? Apakah Anda membayangkan, orang-orang akan datang berjubel antri membeli barang Anda, sampai mereka harus diatur dengan kupon antrian? Dan seterusnya dan seterusnya.
Berikut ini sebuah PRINSIP BESAR yang harus selalu Anda ingat, sebelum membuka sebuah toko, gerai, warung, atau berdagang dengan cara apa saja yang Anda mampu.
Sebelum Anda memutuskan untuk berjualan ini dan itu, membuka toko ini dan itu, menerapkan strategi ini dan itu, maka POSISIKAN DIRI ANDA SEPERTI KONSUMEN. Anda jangan memposisikan pandangan Anda seperti seorang pedagang, tetapi harus seperti konsumen. Kalau menuruti nalar pedagang, cenderung selalu subyektif. Para pedagang tidak ada satu pun yang mau mencela bisnisnya sendiri. Maunya selalu disebut baik terus. Tetapi kalau mengikuti nalar konsumen, hal itu akan lebih mendekatkan kepada keberhasilan.
Bagaimana caranya?
Caranya, Anda ajukan sebuah pertanyaan kepada diri Anda sendiri: "Kalau saya sebagai konsumen, alasan apa yang membuat saya berminat membeli barang di toko ini?" Padahal toko itu sebenarnya adalah toko Anda sendiri. Tapi disini Anda mencoba berpikir seperti para konsumen.
Kalau jawaban Anda atas pertanyaan di atas sebagai berikut: "Toko ini sungguh tidak menarik, tempatnya lusuh, barangnya mahal, orangnya judes. 100 % toko ini tidak menarik sama sekali. Lebih baik beli ke toko China." Berarti, memang dalam toko Anda ada banyak masalah yang membuat konsumen enggan membeli.
Termasuk kalau Anda berjualan asongan di pinggir jalan, Anda juga harus bertanya, "Alasan apa sih yang membuat saya merasa senang membeli barang-barang ini?" Kalau Anda kesulitan mendapatkan alasan-alasan itu, berarti para konsumen lain juga tidak jauh beda. Kalau Anda sendiri saja tidak tertarik, bagaimana orang lain akan tertarik?
Nah, faktor nalar konsumen ini sangat penting untuk dibaca. Sebelum bisnis, coba tanya diri Anda sendiri, apa saja alasan-alasan yang membuat Anda mau membeli suatu barang di sebuah toko? Jika banyak alasan positif yang diperoleh, itu tandanya bisnis Anda bisa berkembang baik. Karena, bagaimanapun wahai Saudaraku, selera konsumen satu dengan lainnya, tidak jauh beda. Selera Anda dengan selera orang lain, tidak jauh beda. Apa yang Anda suka, cenderung disukai juga orang lain. Begitu pula sebaliknya.
Lalu apa saja faktor yang bisa membuat konsumen suka dengan toko, gerai, warung, atau dagangan kita? Berikut ini faktor-faktor yang layak Anda cermati:
[1] Suka karena murahnya. Nah, ini dia kunci bisnis di Indonesia. Meskipun kemudian banyak orang menyalah-gunakan kecenderungan orang Indonesia membeli barang murah.
[2] Suka karena kualitas barang yang dijual standar. Ini penting. Jangan menjual barang yang kualitasnya terlalu jauh di bawah standar. Masyarakat bisa mengenal barang baik dan buruk. (Kalau sulit menjual barang yang berkualitas semua, lakukan pencampuran produk. Sebagian berkualitas bagus, sebagian murah meriah. Ini nanti bisa diterapkan mekanisme "subsidi silang").
[3] Suka karena pelayanan yang ramah dan santun. Ini juga sangat penting. Kita harus bisa "merebut hati konsumen", meskipun mereka tidak jadi membeli barang kita. Kalau konsumen sudah TERKESAN, insya Allah dia nanti akan balik kembali, dan biasanya akan memberi "promosi gratis".
[4] Suka karena lokasi mudah dijangkau. Lokasi yang dekat dengan konsumen, tidak membuat orang kesulitan datang, itu lebih berpeluang dituju pembeli. Pembeli dimanapun ingin solusi instan (cepat). Maka jangan dibuat lebih rumit. (Disini ada sisi kelebihan toko biasa dibandingkan supermarket. Di supermarket ada kasir, bon, dan birokrasi yang membuat orang malas kesana. Ini harus dimanfaatkan).
[5] Suka karena tempatnya bersih, rapi, barang-barang ditata secara elok. Daripada membeli di sebuah warung yang bentuknya seperti "sarang tikus", lebih baik membeli di supermarket yang barangnya diatur sangat rapi (bahkan ruangan dibuat wangi lagi). Maka, jagalah kebersihan tempat usaha Anda.
[6] Suka karena fasilitas memadai. Misalnya, ada lahan parkir yang cukup, ada tempat sampah, ada satu dua kursi tempat duduk di depan toko, disediakan tissue gratis, dll. Ini namanya fasilitas tambahan. Kelihatannya sepele, padahal bisa menjadi nilai tambah berharga.
[7] Suka karena banyak pilihan. Semakin beragam barang yang dijual, orang semakin senang. Sebab mereka bisa memilih sesuai pilihan dan kemampuan.
[8] Suka karena konsep interior yang menarik. Sebagian orang menyukai toko/gerai/warung yang peduli dengan estetika (keindahan). Semakin bagus konsep estetika-nya, insya Allah semakin baik. Tetapi juga jangan terkesan mewah, rumit, komplek; nanti orang malah takut datang kesana, karena dianggap terlalu wah. Jadi, tampilan estetik itu bisa diatur dengan biaya rendah, konsep simple, tapi efek maksimal.
[9] Suka karena penampilan pedagangnya rapi dan bersih. Barangnya bisa sama, harganya bisa sama, tetapi kalau penampilan penjualnya berbeda, konsumen lebih suka memilih penjual yang "sedap dipandang". Misalnya, ketika sedang jualan Anda terlalu sering membersihkan hidung Anda dengan jari-jari, dijamin para pembeli akan menjauh. "Hih, ngapain membeli makanan di "para penambang" hidung. Amit-amit deh," kata konsumen nanti.
[10] Suka karena Allah menolong perdagangan Anda. Caranya, banyak-banyaklah istighfar kepada Allah. Istighfar ini akan membuka pintu-pintu pertolongan Allah. Tetapi istighfarnya jangan keras-keras, kalem saja, pelan-pelan, kalau bisa lirih (seolah bibir Anda tidak terlihat bergerak). Selagi tidak bicara dengan orang, terus istighfar, insya Allah hal ini akan membuat hati manusia cenderung kepada usaha Anda.
Dalam praktiknya, Anda silakan mengadakan faktor-faktor di atas sekuat kemampuan. Tidak harus semuanya disediakan. Semampunya saja. Tetapi pada faktor-faktor yang mampu Anda sediakan itu, lakukan Maksimalisasi. Maksimalkan faktor-faktor tersebut, terutama untuk menutup faktor-faktor lain yang tidak sanggup Anda penuhi. Sekaligus demi rasa syukur kita kepada Allah Ta'ala. Cara mensyukuri nikmat Allah, salah satunya dengan memaksimalkan karunia yang Dia berikan.
Pelanggan memiliki segala hak untuk suka atau tidak suka dengan pelayanan dari sebuah jasa atau produk yang ditawarkan kepadanya. Pernah dengar ujar-ujar "pelanggan adalah raja", kan? Sementara bagi pengusaha, pelanggan adalah segala-galanya. 

Apabila ingin mempertahankan bisnis Anda dan mencari lebih banyak pelanggan diperlukan kecocokan apa yang kita punya dengan kemauan dan kebutuhan pelanggan. Tidak kurang, tidak pula berlebihan. Butuh ketepatan untuk saling memenuhi. Karenanya, dibutuhkan kejelian untuk bisa mengenali apa saja kebutuhan konsumen.
 

Berikut adalah hal-hal yang diinginkan oleh pelanggan dan jika tidak terpenuhi, ia bisa saja kabur, selain beberapa alasan seperti yang telah dipaparkan di atas. Apa sajakah?

1. Akses
Pelanggan butuh akses untuk bisa menghubungi Anda. Berdayakan alat-alat komunikasi yang Anda miliki secara maksimal. Bayangkan bila pelanggan yang berencana ke tempat Anda tetapi tak mengetahui persis patokan menuju tempat Anda berusaha menelepon ke nomor yang tertera di iklan, tetapi tak kunjung diangkat teleponnya. Sebal, pasti. Bisa jadi, ia pun akan urung niat datang ke tempat Anda. Begitu pun dengan saluran akses komunikasi ke tempat Anda yang lainnya; e-mail, Twitter, Facebook, apa pun itu, pastikan terjaga dan terjawab.
 

2. Kompetensi
Siapakah orang yang berhubungan langsung dengan pelanggan (frontliner)? Anda atau para penjaga di gerai? Siapa pun itu, wajib hukumnya untuk membekali para frontliner dengan pengetahuan yang dibutuhkan pelanggan. Ini penting, supaya para pelanggan merasa para pekerja memiliki kompetensi dan bisa diandalkan hasil kerjanya. Terbayang, kan bila ada pelanggan yang bertanya perbedaan krim untuk creambath apa saja kegunaannya dan para pekerja tidak bisa menjawab atau malah cengengesan. Pasti pelanggan tak percaya.
 

3. Courtesy
Sebalkah Anda jika ada salon yang pekerjanya melengos dan menyambut Anda sebagai pelanggan baru dengan setengah hati? Amat menyakitkan dan membuat bete jika pegawai berbuat seperti itu pada pelanggan. Keramahan dan manner mampu mengangkat martabat perusahaan.
 

4. Reliability
Pelanggan butuh rasa percaya bahwa ia memilih tempat yang tepat, bahwa kepentingan dan kebutuhannya akan terpenuhi di tempat itu. Apa yang ia minta harusnya bisa terpenuhi. Jangan sampai pelanggan Anda minta apa, tetapi semua yang ia minta padahal itu tertera pada papan menu Anda, tak ada. Hmm, sudah bisa dipastikan ia akan pergi.
 

5. Responsiveness 
Cara respon adalah hal yang penting. Pelanggan pun butuh rasa empati, bahwa suaranya didengar. Bahwa pelanggan merespon dengan ramah dan tangan terbuka.
 

6. Kecepatan
Pernah datang ke sebuah spa yang sangat terkenal hingga tempat itu selalu penuh setiap akhir pekan? Amat menyebalkan dan menjemukan jika Anda harus menunggu lama untuk mendapatkan perawatan. Lebih kesal lagi karena sebenarnya sudah membuat janji (booking) tempat, tetapi tetap saja harus menunggu. Jangan sampai pelanggan pergi gara-gara pelayanan lambat.
 

7. Security
Rasa aman juga bukan barang yang bisa dikesampingkan. Bahwa si pelanggan merasa aman dan nyaman untuk bergantung pada pelayanan atau produk Anda adalah sebuah nilai yang amat berharga.
 

8. Tangible
Yang terlihat oleh pelanggan adalah apa yang ia percayai. Tampilan bersih, tata barang yang apik, kehigienitasan, serta penampilan pegawainya pun harus bersih pula. Tak mau kan berpikir bahwa peralatan pedikur-menikur yang akan digunakan pada Anda itu bekas pelanggan sebelum Anda dan tidak dibersihkan terlebih dulu? (

Read More......

Panduan bisnis untuk reseller pemula dalam meraih kesuksesan dalam bisnis keagenan

-Tips Untuk Reseller-
Jika kita tidak memilki produk sendiri alangkah baik jika kita menjual produk orang lain yang terkenal dengan istilah Reseller atau Affiliasi. Sudah menjadi komitmen kami untuk mengajak para reseller untuk sukses bersama. Untuk itulah kami berikan tips bagi reseller pemula dan mungkin bisa menjadi bahan untuk berbagi ilmu dengan reseller yang sudah berpengalaman. Tips-tips berikut merupakan hasil sharing pengalaman dari para reseller kami yang sudah sukses dan rangkuman dari artikel-artikel yang kami kumpulkan. Semoga bermanfaat.

§  Keuntungan menjadi reseller
1.   Menjadi reseller tidak ada susahnya dalam hal urusan membuat produk sehingga kita bisa fokus di pemasaran dan promosi.
2.   Kita bisa menguasai pasar produk tersebut jika kita yang pertama memasarkan di suatu daerah.
3.   Tidak perlu pusing dengan update produk karena itu adalah tanggung jawab pemilik produk.
4.   Resiko kerugian sangat minim.
§  Tips menjadi reseller yang sukses menjual
Tips ini cocok untuk pemula yang memulai bisnis reseller. Ketika Anda bergabung dengan Sistem Reseler yang perlu diperhatikan adalah:
1.   Belajar, belajar dan belajar! Beberapa hal yang perlu kita pelajari untuk bisa menjadi reseller atau marketing yang handal antara lain tentang bagaimana cara berpromosi yang baik, cara memberikan pelayanan yang prima, dll.
2.   Action! Inilah yang terpenting. Seberapa banyak kita belajar bisa dikatakan tidak ada gunanya jika kita tidak bergerak atau berusaha.
3.   Learning by doing. Cara belajar terbaik adalah dengan mempraktekkan atau melakukannya.
4.   Fokus! Ini tidak kalah penting. Misalnya jika kita sedang bisnis menjadi reseller suatu produk dan belum lama menjalaninya kita sudah mengikuti atau menjalankan bisnis lain, begitu seterusnya yang pada akhirnya justru tidak mendapat apa-apa. Fokus dan matangkan dulu 1 bisnis reseller yang Anda jalani sebelum melirik bisnis lain.
5.   Silaturahmi. Benar. Sudah banyak bukti jika kita selalu menyambung tali silaturahmi dengan teman lama, teman baru, keluarga, dll, bisa membuka jalan bagi kita untuk memperluas pasar.
6.   Pelajari produk. Karena Anda pemula maka hal pertama yang harus dipelajari adalah kenali produk yang akan Anda pasarkan. Bandingkan dengan produk-produk lain yang serupa dan amati bagaimana respon pasar terhadap produk tesebut.
7.   Survey. Sudah berapa banyak iklan yang dilakukan oleh perusahaan, atau reseler lainnya. Kata kunci yang sudah berterbaran di google atau di mesin pencari, dll.
8.   Terakhir dan lagi-lagi yang terpenting, Action!

§  Problem yang sering timbul jika Anda reseler pemula
1.   Kalah bersaing, kalah start, kalah strategi, kalah pengalaman dengan pemilik produk atau reseler yang lebih dulu.
2.   Tidak paham terhadap produk knowledge atau pengetahuan tentang produk tersebut.
3.   Kurang tahu apakah produk itu dicari pasar, banyak pesaingnya, atau sudah jenuh.
4.   Tidak mengetahui cara beriklan yang benar, pemilihan kata-kata, lokasi iklan.
5.   Tidak bisa bersaing dengan iklan oleh perusahaan/pesaing yang lebih dulu sukses.

§   Solusi agar Anda bisa menang dalam persaingan jika masih pemula
1.   Sekali lagi pelajari tentang produk tersebut, kelebihan dan kekurangannya.
2.   Cari produk pendatang/merk baru yang menurut Anda produknya sangat menarik untuk meminimalisir pesaing.
3.   Buat website sendiri (bukan replikator) yang mengulas sisi yang belum ada, jangan lupa upayakan yang lebih informatif.
4.   Jika pesaing hanya online jam 09:00 s/d jam 17:00, coba anda buat online mulai jam 07:00 s/d jam 22:00 atau bila Anda nekat 24 jam. Intinya beri pelayanan lebih yang tidak dilakukan oleh pemilik atau reseller pesaing.
5.   Tembak kata kunci yang belum dioptimasi. Contoh jika perusahaan menjual mobil tracking, anda bisa cari di google keyword tool kata sepadan yang belum teroptimasi misal: pelacak mobil, keamanan motor, sistem anti maling, dll.
6.   Tambahkan informasi pendukung, seperti jika Anda menjadi reseller billing warnet, disana tidak ada perhitungan biaya untuk membuat warnet, download software gratis, antivirus, tools PC, dll.
7.   Lakukan iklan di berbagai tempat (iklan baris, forum, social network, Pay per click PPC,  dll) yang belum dilakukan oleh pemilik atau pesaing.
8.   Lakukan kegiatan yang proaktif misal support online, customer support online, diwebsite anda cantumkan hampir semua provider telpon Simpati, XL, Im3, Flexi, dll.
9.   Lakukan inovasi, koreksi dan belajar terus menerus.

Ini hanya tips dan trik sederhana agar Anda bisa sukses menjadi reseller. Jika Anda lakukan nanti Anda akan mendapat pengalaman yang tidak ternilai, dan pada akhirnya Insya Allah rejeki Anda akan mengalir deras. Jangan lupa semangat harus tetap terjaga, rasa optimis harus terus dipupuk, dan keyakinan bahwa sukses adalah hak tiap orang yang sungguh-sungguh mencari dan ingin mencapainya. Terakhir, semoga kita bisa meraih sukses bersama. Insya Allah.

Distributor tas/ransel karakter islami DAI(dunia anak islami)

Read More......

Kiat Memulai Usaha

 1.START WITH A DREAM 
Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started : Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.

2.LOVE THE PRODUCTS OR SERVICES Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Enthusiastism and Persistence : Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru. 

3.LEARN THE BASICS OF BUSINESS Pelajarilah fundamental business. BEYOND THE “BUY LOW, SELL HIGH, PAY LATE, COLLECT EARLY”: Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah Guru yang baik. 

4.WILLING TO TAKE CALCULATED RISKS Ambillah resiko. The Gaint that u will be able to achieve is directly proportional to the risk taken : Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan “entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju. 

5.SEEK ADVICE, BUT FOLLOW YOUR BELIEF Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu.

6.WORK HARD, 7 DAY A WEEK, 18 HOURS A DAY Kerja keras. Etos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Melamunkan dan memimpikan kerjanya

7.MAKE FRIENDS AS MUCH AS POSSIBLE Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit. 

8.DEAL WITH FAILURES Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah ! 

9.JUST DO IT, NOW! Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM ! Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita. Kunci Sukses Usaha William A. Ward pernah berkata, "Ada empat langkah mencapai sukses, yakni perencanaan yang tepat, persiapan yang matang, pelaksanaan yang baik, dan tidak mudah menyerah." Gunakan falsafah Ward ini agar sukses. Perinciannya sebagai berikut : 
• Ikuti perkembangan jaman Bergabunglah dalam organisasi yang berkaitan dengan bisnis Anda. Banyak membaca dan gali informasi sebanyak mungkin. Internet akan banyak membantu Anda. 
• Buat rencana keuangan Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Buat target jangka pendek dan jangka panjang. Jangan pernah menyerahkan kondisi keuangan pada nasib. Perhitungkan dengan matang. • Perkirakan aliran uang tunai Anda harus bisa memperkirakan aliran uang tunai, paling tidak tiga bulan ke depan. Jangan membuat anggarkan pengeluaran yang lebih besar dari itu. 
• Bentuk dewan penasehat atau cari tenaga ahli, untuk memberi ide, saran atau kritik terhadap Anda dan produk yang ditawarkan Mereka bisa berupa teman-teman atau anggota keluarga yang dipercaya. 
• Jaga keseimbangan antara kerja, santai, dan keluarga Tak perlu ngoyo, karena sesuatu yang dikerjakan dengan ngoyo, hasilnya tak akan maksimal. Lagi pula, badan dan otak butuh istirahat. 
• Kembangkan jaringan (network) Tak ada salahnya berkenalan dan bergaul dengan orang-orang yang berhubungan atau bisa mendukung bisnis Anda. Siapa tahu ada ide yang bisa digali. 
• Disiplin/motivasi Aspek terberat dalam menjalankan usaha sendiri adalah disiplin atau motivasi untuk bekerja secara teratur. Untuk mengatasinya, buatlah daftar apa saja yang harus dikerjakan hari ini dan esok. Tentukan target yang harus dicapai dalam minggu ini. 
• Selalu waspada dan siap Rajin-rajin melakukan evaluasi terhadap pasar, produk dan sistem pemasaran. Kalau perlu, ubah cara kerja agar lebih efisien. Perbaiki cara pemasaran atau kualitas produk. 
• Cintai pekerjaan Anda Bagaimana akan sukses, jika Anda tak punya “sense of belongin” pada pekerjaan dan produk yang dihasilkan. Cintai pekerjaan dan produksi sendiri, dan uang akan mengikuti Anda. 
• Jangan mudah menyerah Para pengusaha sukses pun pernah mengalami kegagalan. Jika ingin cepat berhasil, segeralah bangkit dan belajar dari kegagalan. Jangan bersedih terlalu lama, apalagi menyerah. Strategi Meraih Kemenangan Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian Anda. 
Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir dan mimpi-mimpi Anda selama ini. Berikut tipsnya : 
a.Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, “Seluruh sumber daya yang kita perlukan ada dipikiran.” Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk jadi seorang pemenang. b.Yakinlah pada diri Anda Tanpa kegagalan, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan mencapainya. c.Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda memikirkan kembali pilihan karir Anda. 
d.Evaluasi talenta Anda dengan jujur Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan, Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi. 
e.Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma “saya ini orang malang” jika tidak berhasil mencapai sukses. f.Ikuti teknik visualisasi cepat ini : gambarkan diri Anda tengah berlari dengan tim sepak bola Bayangkangawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda. Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.

S@l@m Suks3s Terd@hsy@t.
Read More......

Selasa, 09 November 2010

tas ransel Kammi muslim negarawan

bahan aplikasi 300D dengan ristop kualitas tracker
didalamnya ada tempat laptop,pakai busa tebal,dengan lapisan foam sirkulasi udara yang nyaman untuk pemakainya.

Read More......

Welcome to My Website

S@l@m SukS3s

Label